|
TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DARI BAHAN BAKAR BATUBARA (PLTU BATUBARA)
A. Pulverized coal fired steam power plant (PCC)
Teknologi PCC ini pada umumnya telah banyak digunakan di berbagai negara. Teknologi mulai dikembangkan sejak tahun 1930. Dengan adanya perbaikan sistem waktu demi waktu sehingga efisiensinya meningkat, teknologi ini saat ini menjadi pilihan bagi pembangunan pembangkit listrik baru. Secara singkat teknologi ini dapat dijelaskan sbb:
§ Injeksi Batubara dalam bentuk butiran-butiran kecil (diameter +/- 50 mm) ke boiler. Sehingga pembakarannya sempurna karena luas permukaan yang besar.
§ Pada dasarnya tahapan (penyiapan bahan bakar) coal preparation yaitu: sistem umpan, pengeringan , penggilingan dan transportasi bahan bakar terintegrasi dengan boiler.
B. Combined Cycle power plant with pressurized fluidized bedcombustion (PFBC)
Teknologi ini dikembangkan di UK pada tahun 70- an kemudian beberapa negara seperti USA dan Jerman ikut mengembangkan teknologi ini.
Prinsip daripada teknologi PFBC ini adalah:
PFBC menerapkan teknologi pembakaran dengan sistem fluidisasi yaitu membuat padatan Batubara bersifat seperti fluida sehingga lebih mudah untuk di bakar karena luas permukaan kontak dengan oksigen lebih besar maka akan lebih mudah untuk dibakar. Dalam sistem fluidisasi ini diperlukan media pembantu dalam pembakaran (biasanya pasir kwarsa). Media ini hanya bersifat memindahkan panas ke bahan bakar dan tidak ikut terbakar. Saat ini terdapat generasi kedua untuk teknologi PFBC ini, yang disebut dengan yaitu menaikkan temperature inlet ke gas turbin.
C. IGCC (Integrated Gasification Combined Cycled)
Teknologi ini merubah padatan batubara menjadi gas (proses gasifikasi) sebelum masuk ruang bakar. Dalam proses gasifikasi ini diperlukan oksigen dan steam (uap air). Proses gasifikasi Batubara ini akan menghasilkan gas dengan nilai panas (kalor tinggi). Teknologi ini dikenal paling bersih saat ini, tetapi dari segi biaya memang masih paling tinggi. PLTU Batubara dengan teknologi ini telah beroperasi di Buggenum (Belanda) dan Puertollano di Spanyol. Dengan kinerja efisiensi mencapai 45%, nilai yang tinggi untuk kinerja suatu PLTU Batubara.
« kembali
|